Jumat, 19 Oktober 2018

Sedih? Kau Hanya Butuh Hiburan


 Sedih? Kau Hanya Butuh Hiburan






            Tidaklah layak seorang menasehati orang lain namun ia sendiri tidak paham dengan apa yang ia nasehatkan. Kawan, dengan agama yang kita pelajari setahap demi setahap, kesana kemari, terjajaki ini dan itu, memeriksa apakah ini jalan ataukah jurang, yang kemudian semua itu di permatang dengan berbagai ujian. Ujian-ujian tersebut akan membuatmu tumbuh menjadi orang yang lebih dewasa. Kau tau apa acuannya seorang disebut dewasa ? Tatkala ia dapat sabar dan memahami bahwa ia tak mungkin bisa mewujudkan semua apa yang ia inginkan. Dan satu faktor pendukung yang penting, bahwa ia sadar akan berpindah alam dari dunia ini ke dunia selanjutnya.
            Tapi tak jarang kita ini lemah dan menunjukkan sikap payah. Apa itu, yaitu sikap tergesah-gesah. Tergesah-gesah menunggu jawaban dari Allah Ta’ala kenapa do’a tak kunjung dikabulkan. Dan efeknya kita menjadi hamba yang tidak sabar dalam menjalani ujian, menjadi hamba yang taunya cuma di enak, nyaman tanpa kesedihan duka lara. Kita mesti sadar, bahwa selama kita menginjakkan kaki dibumi ini maka kita takkan bisa tetap santai duduk terjuntai, otak rileks, badan bugar, hati berbunga, duit menyala-nyala. Oh tidak bisa seperti itu, sekenario yang Allah Ta’ala ciptakan didunia tidak demikian. Ada masa kita jaya, ada masa kita tumbang, ada masa kita bahagia dan ada masa kita merintih kesedihan.
            Fenomena yang terjadi, mungkin ini hanya pandangan subjektif tapi saya yakin banyak yang sepakat dengan yang saya pahami dengan kondisi kebanyakan orang khusunya mereka yang berusia muda tidak memahami sekenario yang Allah Ta’ala ciptakan tersebut. Ada yang mengira uang segalanya, ternyata rumah tangganya berantakan. Ada yang mengira keluarga segalanya, dan ketika nyawa di ambil satu merobek-robek baju histeris tak mengikhlaskan. Ada yang mengira cinta cuma satu, ini yang bahaya, karena ketika terpisah menutup hati pada yang lain padahal takdir mengatakan bahwa dia bukan jodohmu.
            Kawan, ketika hati sedih tak karuan, masalah membludak tak terbendung, kita bisa men delay hal tersebut. Dengan cara apa? Dengan cara kita paham bahwa jika kita hidup di dunia ini maka memang begitu sekenarionya. Semua titipan, dan semua tahu yang namanya titipan akan di ambil kembali oleh pemilikinya.  Delay kesedihanmu dengan cara mengerjakan hal lain yang bermanfaat bagimu dan orang lain. Delay gundahmu dengan cara menyenangkan syahwatmu, makanan enak, jus buah, tidur nyenyak, dapat menjadi sesuatu yang dikit demi sedikit akan megobati lukamu. Minta kepada Allah Ta’ala yang menciptakan hatimu supaya Dia membuat hatimu lapang, ikhlas dan kemudian dapat kembali tersenyum bersemangat. Jangan larut dalam kesedihan, sadarlah kesedihanmu adalah kesedihan yang sempit. Banyak orang di luar sana yang butuh bantuanmu, banyak kegiatan-kegiatan positif menunggu untuk kau kerjakan, dan banyak buku-buku yang belum kau baca lalu kenapa engkau mau larut dalam sedih sedangkan tugasmu didunia ini masihlah banyak.
Semoga Allah Ta’ala menjaga kita.
Coba kamu liat video singkat 8 detik dibawah ini:


Penulis: Handry Wardani (Handriadi Iswardani)




Kamis, 18 Oktober 2018

Dehidrasi Jiwa

DEHIDRASI JIWA

            Kebahagiaan merupakan idaman semua orang. Anak kecil, remaja, orang dewasa dan lansia pun sangat mendambakan kebahagiaan hidup yang terus menerus. Wajar saja, manusia mana dimuka bumi ini yang ingin dirundung duka. Hati yang teriris, hidup yang gelisah, rintangan hidup yang menerpa menjadi hal yang semua orang tak menginginkannya. Tapi jalan hidup, bentuk-bentuk kehidupan, adanya kebahagiaan dan hiruk pikuk ini semua sudah aturan Yang Maha Pencipta yang Dia berlakukan di planet bumi ini. Tidak dapat tidak, suka tidak suka, semuanya bakal merasakan rundungan duka.
            Berbicara tentang kebahagiaan artinya tak lepas dari jiwa yang sehat. Tapi pertanyaannya apakah jiwa kita selalu sehat, atau sering kering bak padang pasir yang tandus. Yaa, tak jarang ada masa dimana jiwa terasa hampa, terasa putus asa, bahkan terasa gila tak waras. Lalu betapa banyak motivator di dunia seperti pahlawan yang tak pernah sedih. Nah, pertanyaannya apakah mereka para motivator tersebut selalu memilki jiwa yang sehat dan hati yag senantiasa bahagia. Bagiku, seorang pelawak yang kerjanya tertawa tetapi dibalik layar ia meneteskan air mata. Seorang  pegulat tangguh perebut medalai tetapi di dalam ruangan sepi ia meneteskan air mata. Yaa, begitupun motivator tak berarti ia selalu memberi motivasi lalu kita sangka ia selalu dalam keadaan baik-baik saja, tidak tidak dan tidak.
            Dehidrasi, ini sesuatu istilah yang menunjukkan dimana tubuh kekurangan cairan dan ketika menyentuh telapak tangan terasa kering, bibir kering, dan kulit kering. Artinya obatnya adalah menambah cairan dengan cara minum air putih. Itu dehidrasi pada tubuh, nah kalau yang dehidrasi adalah jiwa bagaimana coba. Haha. Itu hanyalah sekadar istilah hati yang sedang mencari sesuatu yang hilang darinya. Hemmm. Pelik memang pelik kehidupan ini, dihempas, terjun bebas, naik daun, itulah warna warni kehidupan. Seseorang dapat bertahan dari dahsyatnya ujian tatkala Yang Maha Kuasa menyelamatkannya, maka berdo’alah supaya keadaan dan urusan kita di tolong Allah Ta’ala. Jangan sampai ujian membuat kita terlalu jauh goyah yag menyebabkan rusaknya agama kita. Semoga anda dan saya dapat bertahan. Kita butuh hiburan bung, alangkah baiknya itu hiburan yang halal untuk menjalani sisa umur ini supaya tak terjatuh dalam kubangan dosa yang membinasakan.
Ya beginilah kita hidup. Hari ini besoknya ada besok, besoknya lagi ya ada besok, asalkan belum mati saja. Hari ini dilewati dengan hidup tanpa arti. Tanpa arti bagaimana? Ya dijalani cuma ngonyor aja gitu. Sekadar main hp, nonton tv, mandi dan makan, yaa pokoknya gitu deh tanpa ada kegiatan-kegiatan bermanfaat bagi badan dan negara. Wiiiiih keren. Ini tulisan kenapa diawal memakai bahasa yang baik dan benar eh makin kebawah kok makin kekinian. Haha. Mungkin faktor ngantuk dan faktor bingung mau ketik apa yaa. Ya udah artinya tulisannya fleksibel aja.
Lanjut ke hidup yang besoknya ada besok. Nah tadikan sudah menjalani hidup tanpa arti, enak kalau cuma sehari, tapi ini bisa dua hari, sepekan, bahkan bisa berbulan-bulan cuy. Apa buktinya, kamu liat adakah manusia yang bunuh diri? Jangan ditanya anak SD aja sudah bisa jawabnya. Nah yang ingin di paparkan bahwasanya mereka orang yang bunuh diri apakah hari ini down terus langsung gantung diri gitu? Nggak….nggak gitu. Mereka yang bunuh diri ini karena mereka berlarut-larut dalam kesedihan dan tak menemukan jawaban dari jiwanya yang terdehidrasi tadi. Maka bersyukurlah kita walaupun sejuta kesedihan yang dihadapi tapi masih bertahan meski hati tak karuan. Kita harus kuat bung, harus kuat. Biarlah ajal yang menjemput jangan kita yang menjemput ajal. Aku ingat dimana aku pernah merasa hidupku ini adalah hidup yang rusak kacau balau. Lalu, tak sadar ada beberapa teman yang butuh bantuanku dengan konidisi ku yang seperti itu. Kemudian aku bantulah dia dan beberapa lain juga dan mereka mengucapkan terimah kasih banyak. Oh disitu aku sadar bahwa aku masih bisa menjadi orang yang berarti. Yaa kita harus berbagi dalam bentuk apapun itu. Tak ada harta ya tenaga, tak ada tenaga yang info, tak ada info ya minimal jangan menyakiti dan menyusahkan orang lain.
Mala mini sudah cukup larut dan aku pun sudah ngantuk dari tadi, tapi entah kenapa aku merasa bahagia dengan tulisan kali ini. Ingin rasanya terus menulis terus dan terus. Eh kok jadi agak alay yaa. Teman, sayangi dirimu, sayangi jiwa dan badan mu. Makanlah yang teratur, perutmu mempunyai hak untuk itu. Tidurlah yang cukup, karena tubuhmu mempunyai hak untuk istirahat. Dan mencari kebahagiaan dengan ibadah, dekat dengan Rabb Yang Maha Pengampun.


Penulis: Handry Wardani (Handriadi Iswardani)

Kamis, 04 Oktober 2018

Sejarah Walisongo (Pandangan Kritis)

Sejarah Walisongo (Pandangan Kritis)

            Secara ringkas, kita bisa menerima bahwa memang benar salah satu jalan bagaimana agama islam masuk ke Indonesia yaitu melalui perantara walisongo. Lantas apa yang ingin saya angkat dari tema kali ini? Yaitu pada perbedaan pendapat beberapa tokoh seperti ustadz dan sejarawan yang berbeda pandangan. Ada sebagian ustadz yang beranggapan bahwasanya tidak ada bukti autentik bahwa walisongolah yang menyebarkan agama islam di Indonesia, dan sebagian ustadz lainnya berpendapat sebaliknya. Disisi lain mitos-mitos yang sulit dipercaya menjadi penghalang untuk orang yang berpikir kritis untuk mempercayai adanya walisongo pada zaman dahulu. Mitos tersebut contohnya adalah seperti walisongo yang berjalan diatas air, menaklukkan angin topan, menyulap emas menjadi batu,  membangun masjid Demak hanya dengan waktu satu malam, dan kisah-kisah mitos lainnya.
            Selain itu, bagi orang yang berpikir kritis mereka akan mempertanyakan apa iya walisongo berdakwah lewat bid’ah seperti yasinan kematian niga nujuh nyelawe dan seterusnya, seperti juga halnya wayang-wayang yang diringi alat musik, yang kesemua ini bagi sebagian kaum muslimin  bertentangan dengan ajaran syari’at Islam. Pertanyaan saya, Jika kita tidak percaya dengan adanya walisongo pada zaman dahulu maka dari mana datangnya islam ketanah Indonesia? Jawabannya saya temukan di buku “Fakta Baru Walisongo” yang ditulis oleh Ustadz Zainal Abidin bin Syamsyudin. Keterengan lebih lanjut tentang buku ini bisa di cek sini (Resensi Buku Fakta Baru Walisongo).
            Awalnya saya mengira bahwa buku ini beranggapan bahwa walisongo itu tidak pernah ada di Indonesia, tetapi sebaliknya buku ini mengajak pembaca untuk percaya bahwa walisongo memang benar adanya dengan bukti-bukti yang ada seperti makam, masjid-masjid peninggalan, dan lain sebagainya. Dan satu catatan penting, makam atau kuburan walisongo banyak disalah gunakan oleh masyarakat untuk bertawassul meminta kesembuhan, rejeki, jodoh yang seharusnya meminta ini semua langsung berdo’a meminta kepada Allah Ta’ala. (baca jugaHukum Ziarah Kubur dan Tawassul).
            Menurut buku yang saya baca ini, walisongo hidup berbarengan dengan zaman kerejaan-kerajaan di Indonesia. Seperti Raden Patah yang bertemu Sunan Ampel dan kemudian mendirikan kerajan Demak (kerejaan Islam) yang pada saat itu juga telah berdiri kerajaan Majapahit (Kerajaan Non muslim).

Kesultanan Demak didirikan oleh Raden Patah, ia selalu memajukan agama Islam dengan dibantu oleh para wali dan saudagar Islam. Diangkatnya Raden Patah sebagai sultan dipulau jawa, bukan hanya di Demak, bahkan membuat Cirebon menjadi semacam Negara bagian Kesultanan Demak. Hal ini sesuai dengan rencana Sunan Ampel bahwa kesultanan Demak akan menjadi pelopor penyebaran agama Islam diseluruh pulau jawa. (Sudirman, hal. 16 dikutip Zainal Abidin, 2016: hal. 57)

            Lantas point apa yang mesti kita simpulkan atau kita jadi puncak dari pembahasan kali ini?   Yaitu pada cara menyikapi dan selektif dalam mengambil info sejarah. Cara menyikapi keberadaan walisongo adalah dengan meyakini info-info atau data-data sejarah yang logis dan meninggalkan data sejarah yang bersifat mitos yang sulit dipercaya seperti walisongo yang dapat berjalan diatas air.
           Data-data sejarah yang logis dan berbobot yang mempunyai referensi yang kuat misal mulai dari sejarawan yang professional seperti Ahmad Mansur Suryanegara, seperti karyanya Api Sejarah 1 dan 2 walaupun ada beberapa pendapat Ahmad MS yang saya pribadi tidak sepakat dengan beliau di bukunya Api Sejarah 1. Simpelnya, kita bisa baca buku karya Ustdaz Zainal ini karena beliau mencoba menyaring sejarah-sejarah walisongo mana yang logis beliau ambil dan yang bersifat mitos beliau bantah dan ditinggalkan.
            Kesimpulannya, walisongo memang dapat diyakini keberadaannya pada zaman dahulu. Walisongo juga berperan dalam menyebarkan agama islam di nusantara, tetapi ada masyarakat yang terlalu berlebihan dalam memuji walisongo, kebohongan-kebohongan juga tak terelakkan. Ibarat adanya sebuah berita, berita tersebut memang benar adanya tetapi telah ditambah-tambah dan dilebih-lebihkan sehingga malah menjadi berita yang sulit dipercaya.
Penulis : Handri Wardani (Handriadi Iswardani)

Daftar Pustaka:
Abidin, Zainal. 2016. Fakta Baru Walisongo “Telaah Kritis Ajaran, Dakwah dan Sejarah Walisongo. Jakarta Timur: Pustaka Imam Bonjol.



Hukum Ziarah Kubur dan Tawassul

Hukum Ziarah Kubur dan Tawassul



            Di tanah air kita sudah lumrah yang namanya ziarah, dan paling lumrah mungkin bisa dikatakan saat menjelang hari lebaran dan pada saat lebaran itu sendiri. Di desa, biasanya warga berbondong-bondong pergi kekuburan untuk mendo’akan dan membersihkan kuburan dari anggota keluarga mereka. Mengenai hal ini terdapat hal yang perlu dipertanyakan.
1.    Apakah hukum ziarah?
2.    Apakah hukum medo’akan mayat di kuburan?
3.    Apakah tradisi ini boleh dilakukan?
Jawaban
1.    ...Ziarah kubur yang disunnahkan yaitu ziarah kubur untuk bertujuan mengambil pelajaran, mengingat akhirat, mendo’akan mayat, dan mengucapkan salam, serta mengingatkan kematian sehingga dia menyadari bahwa kehidupan didunia ini fana, tidak abadi, dan semuanya akan mati…
…”Ziarah kuburlah, karena sesungguhnya ziarah kubur mengingatkan kalian tentang akhirat” (Shahih: Diriwayatkan oleh imam Muslim dalam shahihnya. No. 976 dan imam Tirdmidzi dalam sunannya, no. 1054)… (Abidin, 2016: hal. 81-82)
2. Termasuk sunnah mendo’akan mayit namun bukan dengan alfatihah, dan tata cara berdo’apun mesti diperinci lagi. Untuk do’anya silahkan anda merujuk ke buku-buku yang shahih atau bisa anda cek di link-link religi seperti muslim.or.id atau konsulasisyari’ah.com.
3. Tradisi harus mengikuti syari’at, maka apabila tradisi tersebut menyalahi syari’at maka haramlah tradisi tersebut. Jadi, apabila kita hendak ziarah kubur maka pelajarilah tata caranya terlebih dahulu. Sebagaimana yang biasa masyarakat lakukan saat ziarah adalah mengirim alfatihah kepada mayit, maka ini adalah perbuatan yang tidak ada tuntunannya.

            Itulah beberapa jawaban dari kebiasaan masyarakat Indonesia dalam ziarah kubur. Namun disisi lain, ada kesalahan yang cukup berbahaya yang dapat merusak akidah seorang muslim. Perhatikanlah:
·        Apakah anda pernah melihat kuburan yang dihiasi begitu indah dan berada didalam        masjid?
·           Apakah anda pernah melihat orang yang shalat menghadap kuburan?
·           Apakah anda pernah melihat orang-orang ziarah kubur kekuburan para wali atau             kuburan orang-orang shaleh?
·            Apakah anda pernah mendengar info tentang berdo’a meminta kepada penghuni             kubur?
     
      Jika anda pernah meliahat dan mendengar, lantas bagaimanakah anda telah menyikapinya? Ridho atau Mengingkari?
Untuk lebih jelasnya perhatikan kembali pernjelasan dibawah ini.
1.                     Tidak boleh membuat bangunan diatas kuburan,baik berupa keramik atau yang lain lalu menorehkan tulisan, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang hal itu. Telah diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dari Jabir bin Abdullah ia berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang untuk mengapur kuburan, duduk-duduk, dan membuat bangunan diatasnya. Hadits ini diriwayatkan oleh imam Muslim dalam shahihnya. (Abidin, 2016: hal. 69).  Kuburan yang diatasnya dibangun dengan bangunan dari semen dan batu bata maka ini adalah perbuatan terlarang. Nah, jika hanya membangun saja terlarang apalagi dengan menghiasinya, bahkan berdo’a dan shalat kepada kuburan tersebut maka ini adalah perbuatan yang bisa mengantarkan kepada kesyirikan.
2.                        Mengenai berdo’a meminta kepada penghuni kubur (bertawassul dengannya) dan menjadikan penghuni kubur tersebut sebagai perantara untuk menyambungkan do’a kepada Allah maka ini adalah perbutan terlarang walaupun itu kuburan para nabi atau orang-orang shaleh. Saya akan nukilkan keterangan dari Syeikh Shalih Fauzan al-Fauzan,
 …diantara orang-orang yang diperangi oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ada yang menyembah behala, ada yang menymbah pohon, ada yang menyembah batu, ada yang menyembah malaikat, dan ada yang menyembah para wali dan orang-orang shalih(Kitab Terjemahan. Syeikh Shalih Fauzan al-Fauzan, 2015: hal. 60).
          Maka berdo’alah langsung kepada Allah Ta’ala karena ia Maha Pengasih, Maha Pengampun. Dan tidak perlu memakai perantara seperti lewat kuburan yang baru dibahas tadi. Fenomena lain yang terjadi adalah masyarakat ziarah untuk mencari berkah ke kuburan-kuburan orang shaleh tersebut, misalnya ziarah ke kuburan walisongo dengan niat mencari berkah, kesembuhan, meminta jodoh, dan rezeki. Ketahuilah ini adalah perbuatan yang bisa mengantarkan kepada kesyirikan.

Penulis : Handri Wardani (Handriadi Iswardani)

Daftar Pustaka:
Abidin, Zainal. 2016. Sunnah-Sunnah Setelah Kematian. Jakarta Timur: Pustaka Imam Bonjol.

Muhammad. 2015. Penjelasan Pembatal Keislaman “Syarah dan Ta’liq Syaikh Shalih Fauzan al-Fauzan. Jakarya Timur: Pustaka Imam Bonjol.




Rabu, 03 Oktober 2018

Tidak Semua Yang Kita Inginkan Harus Terwujud

Tidak Semua Yang Kita Inginkan Harus Terwujud
          


              Semua dari kita memilki keinginan dan cita-cita yang tentunya ingin diwujudkan. Tetapi jika kita menilik dan merenung, maka ternyata takkan mungkin semua keinginan tersebut tercapai dan terwujud. Nah, jika kita sudah memahami hal tersebut artinya tinggal bagaimana kita menyikapi sebuah keinginan yang gagal dicapai. Apakah dengan marah, dengan mengeluh, dan menyalahkan takdir. Atau justru kita dapat bersabar, mengikhlaskan, dan menyerahkan semua urusan kepada Rabb Yang Maha Mengurus MakhlukNya.
            Tidak mudah memang untuk dapat ikhlas dan sabar, tapi percayalah jika kita meminta kepada Yang Maha Pencipta yang Menciptakan hati kita, maka mintalah supaya Allah Ta’ala membuat hati kita lapang dan berserah diri.  Cobalah kita bersikap tenang, bahwa mau tidak mau, suka atau tidak suka, yang namanya sesuatu hal yang tidak menyenangkan itu memang akan kita hadapi dan kita alami selama nafas masih berhembus dimuka bumi ini.
            Tapi tidak sedikit dari kita yang tetap memilih egois, entah itu pilihan atau ketidaksengajaan. Yang jelas, pelakunya mesti banyak intropeksi diri dan belajar tentang hakikat hidup ini. Tulisan ini saya buat pada tanggal 3 oktober 2018, artinya kurang lebih sekitar sepekan setelah terjadi gempa di Palu dan Donggola. Pada hari-hari pertama terjadi gempa, beredar sebuah video amatir yang menyoroti terjadinya tsunami, ketika melihat video tersebut saya sempat berpikir “Oo, ini tsunaminya nggak terlalu dahsyat kok”. Tetapi setelah beberapa hari kemudian banyak beredar foto maupun video yang menggambarkan kerusakan yang parah yang diakibatkan oleh gempa dan tsunami ini.




            Foto diatas merupakan contohnya, mayat bergelimpangan, rumah hancur, jalan-jalan aspal retak tunggang-tungging. Terbesit sebuah pikiran dalam benak saya, “Sekiranya saya ini adalah orang yang sudah berkeluarga, yang membangun rumah dengan susah payah, setahap demi setahap, tahun ini mengatap, tahun depan melantai. Lalu terjadi gempa yang menghancur luluh-lantahkan rumah yang dengan susah payah dibangun hancur dalam waktu kurang dari sehari setelah bertahun-tahun membangun”.
            Ya, itu terpikir saat saya belum melihat berita selanjutnya. Apa berita selanjutnya? Keluhan warga para korban yang memberikan info bahwa anak, istri dan sanak keluarga entah dimana mereka berada, mati atau masih hidup, sudah dicari di tempat pendataan tapi tidak ketemu. Mungkin mereka ada yang tertimbun tanah, atau tertimpah runtuhan bangunan. Ini sungguh peristiwa yang mengiris hati bagi siapa saja yang memandang.
Ini memang dua tema yang berusaha saya kombinasikan, tentang cita-cita yang gagal diraih, dan tentang musibah yang dapat memberi arti bahwa tatkala sebuah cita-cita tercapai maka dalam sekejap yang di capai tersebut dapat lenyap, hilang, dan musnah takkan pernah kembali. Jadi, hendaknya kita bijak dalam menyikapi keinginan kita yang tidak bisa terwujud, bijak bahwasanya mungkin hal itu memang ditakdirkan luput dari kita, atau mungkin hal tersebut berbahaya bagi kita jika kita mencapainya. Satu hal lagi yang saya ingat, "Sesuatu terasa indah dikala kita belum memilkinya, dan membuat kita lupa bahwa banyak nikmat yang didustakan".  Yakinlah, pilihan yang Maha Kuasa itulah yang terbaik. Akhir kata, jika kita seorang muslim, kita tinggal hidup lurus saja menjaga yang wajib, shalat lima waktu, dan menjahui dosa-dosa besar. Karena sesungguhnya, kita sedang sama-sama menanti, menanti kematian. Dan cita-cita kita yang gagal dicapai tadi, ternyata hanyalah bagian kecil dari skenario hidup didunia yang sementara ini.

Penulis : Handri Wardani (Handriadi Iswardani)

Jumat, 28 September 2018

Menyikapi Kegagalan

“Malam, dan Bulan yang Menghiasinya”


            Ini bukan sebuah novel, bukan sebuah kisah fiktif, tapi ini adalah sebuah majas (ungkapan) dari sebuah kehidupan yang dialami oleh orang-orang yang berusia muda. Berawal dari kegagalan demi kegagalan sehingga terpikirkan untuk dilukiskan kedalam tulisan. Berbagai macam rintangan-rintangan hidup dan hikmah-hikmah setelahnya. Sabarlah dalam memahami tulisan ini karena memang ini sebuah majas hati. Yang terpenting, ada pelajaran yang bisa diambil dari tulisan ini.
            Semua orang pernah mengalami kegagalan, termasuk saya yang sedang berbicara lewat tangan dan pikiran. Bertahun-tahun dimana langit malam ku pandangi, menuntutku berpikir dan merenungi sampai kapan hidupku seperti ini, tapi yakinlah aku dan kalian hanya menunggu yang namanya mati. Kita semua mempunyai keinginan terhadap sesuatu, lalu ingin mewujudkannya, dan setelah terwujud apakah ia masih berharga sedangkan tubuh sudah berada didalam tanah.
            Renungilah malam yang dihiasi dengan hiasan-hiasan langit yang indah, betapa jauh dan luas langit itu. Ya, ternyata kita akan berpindah kesebuah tempat yang abadi. Surga, atau neraka. Ini tentang sebuah keinginan yang tidak tercapai, dan pertanyaannya, apakah kita terima, ikhlas, berserah diri, atau justru menolak takdir?
            Dan pilihanku tertuju kepada berusaha untuk berserah diri dan mengikhlaskan. Kenapa, karena dengan dua hal tersebutlah yang bisa membuat tidur tetap nyenyak, makan tetap banyak, dan otak tetap netral. Mengertikah kalian? Coba seandainya engkau pilih untuk tetap memikirkan dan menyesali, maka hidupmu akan di penuhi dengan kegelisahan, penyesalan, membuat waktu tidurmu tersita, makanmu berkurang, dan otakmu terasa sakit karena beban pikiran. Maka ikhlaskan usaha-usahamu yang telah gagal. Berserah-dirilah kepada Yang Maha Kuasa bahwa walaupun engkau bersusah payah mendapatkannya tapi jika Allah telah menggariskan bahwa hal itu adalah luput untukmu maka ia takkan pernah dapat kau genggam sedikitpun.
            Tapi, tak jarang  banyak hati yang menyangkal bahwa ikhlas dan berserah diri terhadap kegagalan merupakan sebuah hal yang sangat sulit. Jawabannya tidaklah sulit jika Allah memudahkan, maka berdo’alah supaya Allah membuat hati ini lapang, ikhlas dan berserah diri kepadaNya.
            Lihatlah dunia betapa luas dia, betapa banyak tempat-tampat asing yang belum dijajaki lantas kenapa hati maunya dengan kesedihan yang sempit bergelung bagaikan katak dalam tempurung. Badai pasti berlalu, ya kalimat singkat ini lebih dari cukup untuk meyakinkan diri bahwa tak selamanya kesedihan ini dirasakan. Engkau lihat manusia betapa banyak bukan, manusia memang berjumlah sangat banyak dan dengan berbagai macam permasalahannya masing-masing. Dan satu yang kupahami, manusia antar manusia akan mengalami cekcok dan konflik yang ternyata banyak terjadi karena kesalahpahaman. Oh betapa sulit untuk akur dan baik, wajar saja dan tanyalah kenapa? Karena kita hanyalah manusia.
            Aku berkaca, dan terlihat tulang pipiku telah menonjol. Itu artinya aku tidak muda lagi. Kadang terlintas dibenak bahwa aku tidak ingin tua, aku tidak ingin tua, tapi inilah sekenario Yang Maha Pencipta. Aku akan mati, yaa aku akan mati. Dan kabar baiknya, adalah tatkala aku dapat berserah diri dan melewati hari dengan ikhlas untuk mengahadapi apa yang akan aku dihadapi. Sungguh, tak panjang angan-angan itu membuat jiwa terasa enteng dan bahagia.
Saudaraku, ikhlaskanlah. Dan berserah dirilah. Dunia ini luas, yaa dunia ini luas.


Penulis : Handri Wardani (Handriadi Iswardani) 

Menyikapi Rasa Cinta (2)

Menyikapi Rasa Cinta (bagian 2)


            Bagi yang sudah membaca Menyikapi Rasa Cinta bagian 1 mungkin belum mendapatkan jawaban atau merasa ada yang kurang. Kali ini saya mencoba mengupas atau memberi solusi untuk rasa cinta kita kepada seseorang yang sulit diwujudkan kejenjang pernikahan karena berbagai faktor penyebab. Namun sebelum membahas tentang pernikahan tidak salahnya saya mencoba membahas bagi yang sudah terlanjur jatuh cinta namun usia masih muda atau masih duduk dibangku kuliah semester muda pula, atau bahkan juga bisa bagi anak SMP, SMA dan muda mudi pada umumnya yang masih belum berniat untuk ke jenjang pernikahan.
            Pertama, rasa cinta jika keadaanya belum nikah maka memang itu sebuah musibah bagi diri sendiri, bagi hati, bagi perasaan kita. Di dalam islam ini juga bisa masuk kedalam kategori penyankit ‘isyq (mabuk cinta). Penyakit ini adalah sebuah penyakit dalam artian rasa cinta yang tidak tersalur dengan baik. Maksudnya rasa cinta itu mencapai puncaknya hanya pada angan dan khayalan. Ini untuk rasa cinta yang mereka tidak sentuh menyentuh antar badan. Namun bagi mereka yang sudah terlanjur jatuh cinta dan sudah saling sentuh dengan sentuhan yang jauh maka rasa cinta mereka tersalurkan tapi ada kebahagiaan hati yang tidak mereka rasakan bagi mereka yang ada dibagian ini.
            Kebahagiaan hati apa yang tidak didapat? Kebahagiaan yang Allah berikan kepada para hambaNya yang senantiasa berusaha bertaqwa. Ke 2 insan yang sudah saling sentuh menyentuh dengan sentuhan yang jauh, maka memang iya cinta mereka tersalurkan tapi kegelisahan, kegundahan akan senantiasa pula menghantui mereka karena mereka telah melakukan apa yang tidak diridhoi Allah, sedangkan kebahagiaan hati hanya akan didapat dengan taqwa, dengan ta’at kepadaNya. Maka Allah akan memberikan kebahagiaan hati bagi mereka yang mau bertaqwa.        Semoga hal diatas dapat dipahami bagi yang sedang mengalaminya.
            Kedua, Rasa cinta yang tidak tersalurkan adalah bagi mereka yang hanya mencintai lewat pandangan, hanya lewat chatingan, dan senantiasa berusaha untuk tetap menjaga diri. Di bagian ini saya tidak mengatakan ini sesuatu yang baik, namun hal ini juga merupakan sebuah musibah dan orang yang berada pada keadaan ini harus banyak belajar dan memahami tentang penyakit ‘Isyq (mabuk cinta). Terus, kenapa saya bilang cinta yang tidak tersalurkan, karena pelakunya hanya akan berkubang dalam angan, dalam khalayan, sungguh ini perkara yang cukup melelahkan. Faktor terjadinya hal ini dipengaruhi banyak hal mulai dari belum diizinkan oleh orang tua untuk menikah, ragu dengan ta’aruf syar’i, lingkungan kampus yang terlalu bebas, sampai kepada karena tidak menundukkan pandangan.
            Maka solusinya ketika kita tahu bahwa kita telah terjatuh kedalam penyakit ‘isyq berdo’alah supaya Allah menolong kita, mengeluarkan kita dalam kubangan angan ini, dan membuat hati kita lapang, dan berserah diri terhadap jodoh kita dengan melakukan ta’aruf syar’i. Solusi lainnya kita bisa putuskan komunikasi dengannya dan beri si dia pengertian yang sebaik-baiknya. Dan setelah itu, kita buat rencana kegiatan kita selama masa sendiri nanti. Kegiatan-kegiatan yang positif seperti menulis di blog seperti yang saya lakukan, membaca buku-buku agama dan ilmu dunia pada umumnya.
            Sedikit berbagi tips, kegiatan saya menulis diblog ini juga upaya saya untuk tidak disibukkan untuk memikirkan cinta. Saya tahu mungkin kegiatan menulis diblog ini akan ada masa dimana saya bosan, oleh sebab itu saya telah menyiapkan rencana kedepan. Rencana tersebut adalah jika saya sudah bosan menulis di blog maka saya akan membaca buku yang agak tebal, sebut saja judul bukunya Rihlah Ibnu Bathuta. Kenapa saya pilih buku ini sebagai rencana kedepan nanti, karena buku ini berisi kisah seorang muslim yang melakukan perjalanan dan petualangan keberbagai negeri termasuk beliau pernah menginjakkan kakinya ke Indonesia, menarik bukan?. Rencana saya, saya akan membacanya dengan perlahan dan santai supaya tidak cepat selesai, kenapa? Supaya semakin lama saya membacanya dengan waktu yang lama pula itu artinya saya telah berusaha mengalihkan pikiran saya dari memikirkan cinta.
            Sebut saja buku tersebut berhalaman 700 halaman dan taruhlah saya akan membacanya dengan rentang waktu 6 bulan. Artinya selama kurang lebih 6 bulan tersebut saya telah disibukkan oleh buku tersebut dari memikirkan cinta. Saya belum tahu setelah nantinya selesai membacanya buku ini kegiatan apalagi yang akan saya lakukan untuk membuat saya lupa pada cinta (sampai memang siap untuk menikah), tapi saya harus terus mencari kegiatan-kegiatan positif lainnya. Semoga pada bagian ini pembaca sekalian dapat memahaminya.
            Terakhir, saya sangat membenarkan bahwa cinta itu sebaiknya setelah pernikahan. Oleh sebab itu kita mesti mencari kesibukkan lain yang membuat kita lupa untuk memikirkan cinta. Buka pikiran kita kegiatan-kegiatan positif itu telah menanti kita bahkan kita akan disibukkan olehnya berjam-jam dan berhari-hari. Ya, kita harus bijak menyikapi keadaan, kita harus bijak. Saran saya, jika anda juga ingin membaca buku maka tidak harus tebal, tapi jika anda membeli buku bacaan yang berkisar pada 200 halaman artinya anda mesti lebih sering membeli buku baru lainnya, karena tentunya 200 halaman adalah buku yang cukup cepat untuk diselesaikan dalam membacanya, taruhlah 1 bulan. Demikian lah, jika ada pertanyaan atau masukkan dan saran dapat menghungi saya di FB, IG, W.a yang tertera dibawah artikel ini. 

Penulis: Handri Wardani (Handriadi Iswardani)

Rabu, 26 September 2018

Menyikapi Rasa Cinta

Beratnya Jatuh Cinta


Jatuh cinta bagi seorang insan yang normal adalah sebuah hal yang tidak bisa di hindari, bahkan perasaan suka dan daya tarik-menarik antara lawan jenis adalah sebuah fitrah yang diciptakan oleh Sang Maha Pencipta. Tetapi walau begitu bukan berarti jiwa yang lagi kasmaran berekspresi bebas tak memperhatikan koridor yang telah di syari’atkan.  Dapatkah di sepakati bahwa mayoritas jiwa-jiwa yang dimabuk cinta akan dihibur, di pupuk dan bertambah mabuk dengan lagu-lagu cinta yang melow. Dan lagu-lagu yang dimaksudkan tersebut ialah lagu yang di sesuaikan dengan kondisi hati si pendengarnya, pada saat hati sedang sedih ya lagu sedih,  dan ketika berbunga-bungan pastinya lagu bahagia penyubur cinta.
            Menyikapi hal ini cobalah kita pikirkan siapa yang menciptakan hati kok bisa ada rasa suka, duka, riang gembira dan lain sebagainya. Dan jawabannya adalah Allah yang Maha Pencipta yang menciptakan semua rasa tersebut. Setelah itu apakah penting bagi kita memperhatikan ridhoNya untuk kebahagian hati, atau  bebas leluasa tanpa memperhatikan ridhoNya yang penting bahagia tertawa dan berjalannya proses cinta mencinta. Sungguh untuk kebahagiaan sejati haruslah dengan mengikuti syari’at atau aturan-aturan agama yang telah di tetapkan untuk para pencinta.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
Saya belum pernah melihat solusi untuk dua orang yang saling jatuh cinta, selain nikah
(HR. Ibnu Majah 1847, Mushannaf Ibn Abi Syaibah 15915 dan dishahihkan Al-Albani, hadits ini saya kutip dari link Konsultasi Syari'ah yang diasuh oleh Ustadz Ammi Nur Baits).


Apakah layak cinta yang sebenar-benarnya hanya diakadkan dengan kata “Maukah kau jadi pacarku ?” Haa, pacar ? apalagi pas nembaknya lewat kabal telepon, atau dari kuota  W.a, atau kalau mau yang lebih ekstrim lewat chattingan gratis Bbm. Semurah itukah hati wanita sehingga dapat di lunakkan hanya melintas di sosial media, tentunya hati seorang wanita sangatlah mahal dan yang memahalkan tak cukup lewat kata “ sungguh aku cinta” melainkan harus dengan “saya terimah nikahnya”.
Islam tak melarang jatuh cinta bahkan sudah jadi fitrah manusia untuk saling  mencintai, tetapi tak sebebas yang di kira. Dan hal yang bersifat “bebas” dapat menyebabkan “lepas”, lepas dari  mendapatkan pasangan yang baik, lepas dari mertua yang baik, lepas dari kehidupan rumah tangga yang baik, karena ia hidup dalam kebebasan tanpa batasan dan arahan. Lantas batasan dan arahan apa sih yang di maksudkan ? coba perhatikan hadits nabi diatas, Saya belum pernah melihat solusi untuk dua orang yang saling jatuh cinta, selain nikah.  Tetapi kenyataannya banyak insan yang memilih jalan instan yang dinamakan dengan pacaran bukan dengan jalan sah akad pernikahan.
Langkah selanjutnya ketika jatuh cinta apakah kita sudah siap untuk menikah, apakah sudah siap berumah tangga, apakah sudah siap punya anak tiga. Bagi laki-laki apa modalmu menikah, hanya uang? Atau hanya modal nasi goreng cinta. Hendaknya bagi para pemuda untuk dapat mempersiapkan  “sesuatu” ketika ia jatuh cinta dan ingin menikah, mau tidak mau urusan Ilmu agama, penghasilan, kepribadian, jiwa kepemimpinan haruslah ada walau bagaimanapun juga.
            Perempuan yang ingin bahagia tak cukup tok uang milyaran rupiah, tapi ilmu agama menghidupkan sunnah, hidup qana’ah membimbimbing ke jannah,   menjadi dambaan kaum hawa yang belajar shalihah. Sudah cukup bosan telinga ini mendengar desas-desus tidak bahagianya sebuah rumah tangga walaupun di selubungi harta kaya raya dan apa penyebabnya melainkan di sebabkan karena dalam rumah tersebut minimnya praktik keagamaan, sungguh merugi keluarga-keluarga demikian. Ketahuilah agama adalah segala-galanya dalam hidup ini.

Penulis            : Handri Wardani (Handriadi Iswardani)

Baca Juga       : Menyikapi Rasa Cinta (bagian 2)

4 Hal Ini Harus Dihindari Oleh Pemuda

Menerpa apa yang ada "Bujangan"



       

          Kali ini saya ingin berbagi sebuah pemikiran, cara pandang kehidupan dengan tampilan yang agak berbeda. Yap, sesuai dengan point "Menerpa apa yang ada...'Bujangan'..." apa maksudnya? Masa muda adalah masa yang begitu waw, masa-masa mencari jati diri, mengasah hoby, bahkan sampai kepada masa mencari kekasih, eleh. Point pertama yang akan saya bahas yaitu dimana seorang pemuda yang ia ingin mencapai sebuah kepuasan batin. hemm, Mengenai hal ini banyak macam dan rupanya tuh! mulai dari jalan-jalan, otomotif, sepak bola, bahkan sampai kepada rokok semata itu pun bisa menjadi acuan untuk mencapai yang namanya kepuasan batin. Oh iya, bagi pembaca wanita jangan khawatir, nanti Insya Allah bahasannya kita akan ulas juga masa muda wanita di postingan selanjutnya. Dan untuk pembaca wanita juga jangan pindah chanel dulu, mbok yo dibaca dulu siapa tahu ada manfaatnya bagi adik kakak sanak kelurgamu. Nah, kita jangan lupakan judul "Menerpa apa yang ada" , maksud simpelnya ialah tak sedikit kaula muda dari pria maupun wanita yang ia terpa semua apa yang ia hadapi.  Pemuda, ia hantam apa yang ada, pergaulan buruk, omongan jorok, hoby jelek, ia hantam tanpa takut. Kenapa ini bisa terjadi? Jangan tanya kenapa karena faktornya bisa mencapai belasan faktor. 
          Fokuslah terhadap apa yang ingin saya utarakan, "kebiasaan sehari-hari yang membentuk kepribadian"Jika anda seorang pemuda maka jangan kira saya sedang menghakimi anda, apa salahnya saya mencoba berbagi cara pandang hidup yang positif. Nah Ironinya, tidak sedikit pemuda yang tidak terpikirkan olehnya bahwa sesungguhnya hidup yang positif juga akan mengantarkanmu kepada kepuasan batin. Ntah, tidak terpikir atau tidak mau. Jangan dikira seorang pemuda yang tampil rapi itu mengubur kepuasan batinnya, pemuda yang wangi, pemuda yang ramah tama, pemuda yang berbakti kepada orang tua, pemuda yang sopan terhadap gurunya,  bahkan sampai kepada pemuda yang tidak merokok, jangan dikira pemuda tersebut telah menghinakan kepuasan batinnya. Justru pemuda yang demikianlah yang dapat mencapai kebahagian sejati, bukan kebahagian yang penuh dalam kubangan ilusi. Ya, kalian tau ilusi?? ilusi bukan hanya sesuatu hal yang dapat menipu mata, tapi juga sesuatu yang dapat menipu hati. Contoh kecil saja, pemuda yang bertubuh besar dapat dikalahkan oleh sesuatu waktu yang hanya berdurasi 3 menit. Apa itu ? 
           Penasaran? Sengaja pindah paragraf biar agak ngejengkelin gitu, hehe. Jadi, sesuatu yang dapat mengalahkan seorang bujangan yang gagah lagi berani hanya dalam waktu 3 menit ialah lagu nyanyian cinta asmara yang bikin gelisah gundah gulana. Yap, oh ini sebuah permasalah yang tidak bisa dianggap remeh. Betapa banyak hati pemuda yang lagi patah hati kemudian gara-gara ia mendengarkan lagu-lagu yang membuat mental seperti ubi rebus yang dipermentasikan,,,, ya, tape. Lembek bukan? Ini juga tentang pengaruh musik, musik itu bagi saya juga sebuah ilusi (sesuatu yang menipu). Terkhusus musik atau nyanyian pop melow atau bisa dibilang genre sedih romantikalah kira-kira atau apalah namanya pokonya itu. Jadi bijaklah dalam mengatur kondisi hatimu, jangan kau turuti kesedihanmu dengan suport lagu-lagu membleymu. Move on dong. Kalau sedih cari kerjaan lain kek, ke kebun, olahraga, berkarya, bantu orang tua, atau apalah jangan sampai pas sedih rokok lagi, dengerin nyanyi lagi, orgen tunggal lagi yaaa bagaimana wibawamu tidak jatuh sebagai seorang pemuda kalau hiburanmu kelasnya kayak gitu. Ayok, move on dong. Banyak kegiatan positif yang dapat anada lakukan dan yakinlah bahwa kegiatan-kegiatan positif akan membuatmu menjadi lebih baik.
             Baiklah, simpel aja dari saya ada 4 point yang harus kamu hindari sebagai seorang pemuda:

1. Musik Romantika

      Bijaklah dalam berpikir, karena lagu-lagu sedih tentang cinta dapat membuatmu kian bertambah sedih. Dan menjadikanmu sebagai pemuda yang lemah (membley), dan diperparah jika kau meneteskan air mata saat teringat kekasihmu karena mendengar lagu tersebut. Ketahuilah, ada al-Qur'an yang telah kau lupakan, betapa indah lantunan-lantunan dari berbagai qari' timur tengah yang menyejukkan hati sekaligus membersihkannya.

2. Rokok

          Oh teman apa yang kau harapkan dari benda yang satu ini. Kepuasan batin? 1000 bantahan dapat membantahmu jika kau beranggapan rokok itu baik. Come on, move on dong. Yakinlah kamu pasti bisa untuk berhenti merokok. Tips dari saya, berdo'a supaya bisa berhenti, dan alihkan pikiranmu kemakanan dan minuman yang lezat dan segar. Saya pribadi tidak merokok, tapi untuk kopi, seperti wajib dua kali dalam sehari.

3. Wanita

       Nah saran saya, kalau kamu punya pacar sudah jangan dulu kasih cinta, kasih pena kek suruh nulis, wkwkwk. Kamu mau sakit hati? Nangis dini hari? bahkan bunuh diri? pepatah lama mengatakan, mencegah lebih baik daripada mengobati. Biarlah nikmati dulu masa sendiri, membentuk kedewasaan, membentuk kepribadian, dan mencari pengalaman hidup sebanyak-banyaknya. Nanti kalau kamu sudah siap menikah baru kamu curahkan cintamu setulus-tulusnya sama istrimu.

4. Orgen Tunggal

Ah orgen tunggal, no koment. males.

Note:
4 poin itu mungkin sudah cukup, jadi apalagi yang namanya miras, narkoba, perkosa, atau apalah itu yaa maka jangan coba-coba. Ingat bung, masih banyak kegiatan positif lain yang bisa membuat orang tuamu lega tersenyum bahagia. Tak perlu rangking juara, akhlak yang baik, kehidupanmu yang positif itu sudah lebih dari cukup membuat orang tua mu bahagia.

Penulis : Handri Wardani (Handriadi Iswardani)

Pacaran Kok Haram

"Siapa bilang pacaran haram"

                            

                   Ketika dikatakan pacaran itu haram dengan asumsi pacaran itu hanya nafsu bukan cinta  maka akan timbul pertanyaan baru. Pertanyaan itu ialah "Ah masa' si cintaku padanya hanya nafsu?" pertanyaan ini yang ada dalam setiap benak anak muda pada umumnya. Saya pribadi juga bertanya-tanya demikian, karena mungkin bisa kita sepakati apa yang kita rasa terhadap si do'i benar-benar cinta yang tulus. Mungkin tanpa perlu panjang lebar langsung kita jawab saja pertanyaan yang membuat kita ragu jika dikatakan pacaran itu haram.

berikut salah satu letak haramnya:
           Teman-temanku, saat kedua insan baru saling mencintai yang tumbuh ialah cinta yang tulus, saya pribadi sepakat dengan ini. Tapi setan akan merubah cinta yang tulus itu menjadi nafsu, kepada siapa? yaitu kepada si prianya. Karena pada umunya wanita akan bertahan dengan cinta tulusnya jika saja si pria tidak meminta macam-macam, ngomong jorok, merayu dengan rayuan maut yang membuat wanita mengikuti apa yang diinginkan oleh si pria (walaupun terpakasa).
            Tapi perhatikan, ini bukan 100% salah si pria. Setan berhasil mengubah cinta tulus pria menjadi nafsu yang awalnya ia membayangkan memelukmu dengan penuh kasih yang sangat tulus, kemudian minggu selanjutnya setan membisikkan sesuatu yang membuat pria membayangkan mencium, bahkan membayangkan berhubungan seks dengan kekasihnya. Dan Cinta tulus si pria lambat laun akan terkikis oleh nafsunya yang menggebuh, sedangkan wanita menyerahkan tubuhya dengan dalih "aku mencintainya". Setan tau cela di mana bisa masuk untuk menggoda ketika ke dua insan saling jatuh cinta.
      Jadi, bukan hanya tinggi badan yang memerlukan waktu, tapi setan juga perlu proses untuk menjerumuskan 2 insan untuk melakukan maksiat. sebelum terlambat maka carilah jalan untuk jomblo mulia, dengan banyak membaca buku-buku islami tentang tidak baiknya pacaran, atau buka  youtube penjelasan ustadz-ustadz tentang buruknya pacaran, dan datang kekajian-kajian sunnah tentunya, karena belajar agama tidak bisa hanya lewat sosmed dan buku. Mohonlah kepada Allah supaya Allah menolong kita supaya bisa untuk menjadi jomblo mulia.
       Di dalam islam, tidak semua yang kita anggap baik itu benar. contoh sederhana, "Ah sholat subuh kok cuma 2 reka'at, nggak papalah aku tambah saja jadi 3 reka'at.. mumpung lagi semangat". Nah apakah boleh demikian, tentunya tidak boleh bahkan sangat tidak boleh. Artinya dalam agama Islam ini, ada aturan yang mesti kita patuhi  dan dalam aturan itu terdapat hal-hal yang tidak kita sukai, contohnya "Bolehkan kita meneguk alkohol hanya 1 tetes", logika kita bermain, "kan 1 tetes tak memabukkan tapi kenapa tetap saja di larang Islam" . Maksud saya kita harus sabar dan menerima dengan lapang dada jika ada suatu perkara yang kita senangi ternyata di hukumi haram oleh  agama.

Penulis : Handri Wardani (Handriadi Iswardani)

Ikuti dan hubungi saya di:

  • Telfon: 0822-8936-9097
  • G+: Handri Wardani
  • W.a: 0857-0995-2379
  • FB: Handry Wardani
  • IG: handry_wardani